penggunaan baterai tester ini akan jauh lebih lengkap apabila pengamat melengkapi pengamatan menggunakan hidrometer. meskipun secara umum alat ini sudah bisa menentukan kualitas baterai, tetapi untuk jauh lebih dalam memeriksa berat jenis larutan H2SO4 yang ada pada baterai. penggunaan alat ini biasanya adalah bengkel baterai atau accumulator.
dalam perkembangannya, baterai ini memiliki beberapa istilah umum yang sering digunakan sesuai dengan pada bidang apa seseorang tersebut sedang menggunakan baterai. karena baterai sendiri secara umum adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai penyimpan arus sementara. dilihat dari pengertian nya, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa semua
komponen yang memiliki fungsi menyimpan cadangan energi untuk sementara adalah baterai. istilah tersebut bisa berbeda ketika kita berbicara di bengkel. karena disana para mekanik menyebutnya dengan sebutan aki (accumulator). secara prinsip baterai dan aki adalah sama. yang membedakan adalah penggunaan dimana istilah tersebut sedang dibicarakan. karena secara fungsi mereka memiliki fungsi yang sama.
untuk pengukuran nya sendiri, khususnya untuk baterai yang digunakan di mobil, seperti yang sudah dijelaskan diparagraf pertama bahwa pengukuran dilakukan dengan cara sederhana yaitu:
- siapkan alat dan bahan
- pasangkan penjepit positif baterai tester dengan terminal/kutub positif baterai
- sambungan posisi ujung terminal tetap baterai tester dengan terminal negatif baterai secara cepat
- baca hasil pengukuran dengan cara mengamati penunjuk dan lihat angka dan warna skala pengukuran dengan cermat, karena disitulah hasil pengukuran kapasitas baterai berada
- setelah mengetahui besaran pengukuran, segera lepaskan terminal tetap baterai tester
- rapikan alat