
identifikasi apabila terjadi kerusakan pada ring piston dapar dilakukan dengan beberapa identifikasi sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja. identifikasi tersebut adalah:
- perhatikan apakah pada knalpot kendaraan mengeluarkan asap ketika kita menarik gas pada posisi gigi netral secara perlahan sampai putaran menengah / tinggi tercapai, apabila ketika mencapai titiki jenuh putaran mesin knalpot tidak mengeluarkan asap, maka ring piston masih bagus, tetapi sebaliknya apabila hasil dari knalpot menunjukan adanya asap berwarna putih, maka dapat disimpulkan bahwa ring piston anda mengalami masalah, atau terjadi kebocoran seal di kepala silinder.
- langkah kedua adalah memperhatikan performa kendaraan anda ketika membawa beban berat, atau ketika tanjakan yang cukup tinggi. apakah reaksi yang dihasilkan oleh motor anda, kalau dia tidak bertenaga dan ketika mencapai titik puncaknya keluar asap knalpot yang berwarna putih, maka dapat dipastikan bahwa ring piston telah bocor, karena walaupun seal kelengkapan kepala silinder juga bisa jadi penyebab terjadinya kebocoran, tetapi untuk mengetahui apakah ring atau bukan yang rusak kita melakukan langkah yang kedua ini sehingga bisa memastikan bagian yang mana yang mengalami kerusakan.

ane langsung ke intinya aja ya gan, ini dia
- Periksalah selalu celah pada tiap ring. Celah ujung ring berfungsi untuk mencegah ujung-ujung ring saling mendesak ketika dicapai temperatur operasi. Celah ujung biasanya sebesar 0,07 mm sampai 0,12 mm per 25 mm ukuran lubang. Perhatikan instruksi pabrik produsen ring.
- Untuk memasang ring pelumas, lumasi terlebih dulu semua alur ring dengan pelumas mesin. Pasang ekspander, pastikan kedua ujungnya tidak tumpang tindih, kedua ujung harus saling membelakangi. Gulung rail atas menjauh 180 derajat. Ring harus dapat berputar bebas dalam alur. Ring kompresi dipasang menghadap ke atas. Beri tanda “atas” dengan hati-hati, buka ring dengan tangan atau dengan ekspander dan pasang masing-masing pada alurnya. Jangan memutar atau memuntir ke tempatnya. Renggangkan celah. Periksa celah belakang. (kedalaman alur pada kedalaman cincin). Ketika memasang piston pada lubang yang baru dibersihkan, gunakanlah kompresor ring piston yang tepat. Lumasi ring dan jika alur sesuai dengan lubang-lubang yang ada piston akan masuk pada lubang-lubangnya. Jika terlalu keras menekan akan mengakibatkan ring atau tempat ring piston menjadi patah. Gunakan poros penghubung pada baut-baut untuk melindungi poros engkol. Ketuk piston ke bawah hingga mencapai BCD. Pasang tutup ujung besar dan kencangkan baut-baut. Ulangi untuk piston-piston dan poros-poros penghubung lainnya.
go learner
author : Denny Ramdhany + engine literatur